Keraguan
selalu membingungkan aku
Ke
arah mana langkah yang harus aku ayunkan
Bila
aku selalu dihadapi oleh dua pilihan
Syair
dan puisiku terlalu sering tercipta
Dengan
kata aku, aku, dan aku
Kecamuk
di pikiran dan batinku
Yang
selalu ingin aku keluarkan
Jika
mata penaku ingin berjalan
Syair
dan puisiku terlalu sering tercipta
Dengan
jajaran baris huruf tanpa makna yang tak tentu
Hilang
akalku dalam tangisan batinku
Gelapku
rasa saat kupandang ke depan
Karna
mata penaku dan rasaku tak lagi sejalan
Syair
dan puisiku terlalu sering tercipta
Dengan
rasa yang bukan dari hatiku
Imajinasiku
hanyut bersama air mataku
Khayalku
buyar ketika teringat akan Tuhan
Nyata
bagiku yang kumiliki hanya perasaan bukan kehebatan
Syair
dan puisiku terlalu sering tercipta
Dengan
kesombongan dari hati dan penaku
Senin, 24 September 2007
9.14.43 am
Tidak ada komentar:
Posting Komentar